Cost of Quality (COQ)

Untuk menggambarkan apa yang dimasksud dengan COQ, berikut beberapa pandangan tentang hal tsb :

1. Semua biaya yang timbul karena produk atau jasa dikerjakan dengan tidak benar sejak awal (Crosby)

2. Total biaya untuk memastikan mutu produk atau jasa (National Productivity Board, Singapore, 1993)

Berapakah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan anda untuk merencanakan dan mengendalikan mutu ?.

Sebagian besar perusahaan tidak mengetahui berapa banyak biaya yang dihabiskan untuk merencanakan dan mengendalikan mutu. Menurut hasil penelitian Crosby (1979, 1984) biaya tersebut rata-rata mencapai 30% dari penjualan dengan kisaran 20% sampai 40%. Karena angka 30% lebih besar kalau dibandingkan dengan laba perusahaan, maka penurunan dari biaya tersebut akan meningkatkan laba perusahaan secara signifikan. Menurut Crosby biaya 30% tadi dapat diturunkan menjadi 3% dari total penjualan dalam beberapa periode dengan cara memperbaiki mutu produk.



COQ dibagi menjadi dua unsur yaitu biaya pengendalian dan biaya kegagalan.

Biaya pengendalian adalah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang bertujuan untuk meniadakan kerusakan dari arus produksi. Hal ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu pencegahan dan penilaian. Biaya pencegahan meliputi perencanaan mutu, kaji ulang produk baru, pelatihan dll. Sedangkan biaya penilaian meliputi pemeriksaan bahan baku, selama proses dan pemeriksaan barang jadi dll.

Biaya kegagalan terjadi selama proses produksi (internal) atau terjadi setelah produk dikirim ke pelanggan (eksternal). Biaya kegagalan internal meliputi barang sisa, kerja ulang dan uji ulang dll. Sedangkan biaya kegagalan eksternal meliputi jaminan produk, retur, dll.

Apabila biaya kegagalan lebih besar dibandingkan dengan biaya pengendalian maka perlu dilakukan perbaikan di dalam proses pengendalian, baik menambah proses pencegahan atau penilaiannya. Tetapi apabila biaya pengendalian relative lebih besar dibandingkan dengan biaya kegagalannya maka harus dilakukan perombakan/perbaikan yang fundamental dalam proses pengendaliannya karena proses pengendalian tidak berjalan secara efektif. Hal ini dilakukan sampai tercapainya titik equilibrium antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan.

Dikutip dari :

Operation Management (Roger G. Schroeder)

Materi COQ (Productivity Excellence)

Berita Terkait