Cukup ISO 9001 atau masih perlu FMEA, SPC, 8 Steps & 7 Tools ?

Seorang pelaku sistem manajemen mutu pernah menyatakan bahwa kinerja perusahaannya meningkat setelah sekian waktu mengadopsi ISO 9001. Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Apa rahasianya ?

Menilik pada supplier-customer chain  maka setiap perusahaan yang berharap produktifitasnya tinggi dan ingin memberikan kepuasan kepada pelanggan sesuai dengan harapannya, mau atau tidak perusahaan tersebut harus menetapkan persyaratan melaksanakan step-step berikut ini :



Dalam menjalankan klausul 7.3 Research & Development (Plan).

Pada tahap ini perusahaan melakukan identifikasi seluruh potensi-potensi kegagalan apabila produk tersebut akan diproduksi, kemudian menetapkan tindakan agar penyebab potensi-potensi kegagalan tersebut dapat diminimalisir / bahkan dihilangkan sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Metode terebut dikenal dengan Failure Modes & Effects  Analysis (FMEA), yang hasilnya dipakai sebagai Control Plan.

Sedangkan dalam menjalankan klausul 7.4.3 Verifikasi Produk yang dibeli, 7.5.1 Pengendalian Produksi dan 7.5.5 Pengawetan produk pada saat proses Realisasi Product (Do).

Pada tahap ini berdasarkan Control Plan tersebut dilakukanlah pengendalian pemastian mutu & biaya operasional mulai dari penerimaan raw material, penyimpanan, produksi dan delivery . Pada tahap tidak dapat dipungkiri bahwa setiap proses yang kita laksanakan pasti akan terjadi variasi.

Dalam menjalankan klausul 8.2.3/4 Pemantauan & Pengukuran Proses/Produk (Check).

Pada tahap ini seluruh variasi  yang terjadi selama proses realisasi produk sebaiknya dilakukan pengumpulan data (yang diambil dari data atribut maupun data variable) dan plotting ke dalam suatu control chart. Dengan tool ini memungkinkan suatu perusahaan akan dapat mendeteksi masalah lebih dini dengan bantuan control chart. Metode tersebut dikenal dengan Statistical Process Control (SPC).

Dalam menjalankan klausul 8.4 analisa Data, 8.5.1 Continual Improvement dan 8.5.2/3 Tindakan Koreksi & Pencegahan (Action).

Pada tahap ini berdasarkan control chart dan kapabilitas proses, dilakukan proses analisa data yang akan memunculkan suatu masalah. Masalah ini perlu kita lakukan tindakan koreksi untuk jangka pendek dan tindakan pencegahan untuk jangka panjangnya. Berdasarkan hal ini kita dapat melakukan continual improvement pada proses-proses yang kinerjanya masih kurang. Metode tersebut dikenal dengan 8 Step & New 7 Tools.

Adalah suatu kemustahilan apabila hanya dengan mengadopsi ISO 9001 yang memuat tentang persyaratan Quality Management System kinerja suatu  perusahaan akan meningkat. Hemat kami ISO 9001 akan lebih berdaya guna apabila suatu perusahaan memperhatikan dan memenuhi kompetensi karyawan terhadap tools yang menyokong pelaksanaan ISO 9001, hal ini sesuai dengan klausul 6.2.2 Kompetensi, Pelatihan & Kesadaran.

Berita Terkait