Internal Audit ISO 22000-2005

Perusahaan yang telah mengadopsi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2005 harus melakukan kegiatan audit internal secara berkala untuk menilai tingkat keberhasilan penerapan dan kekurangan-kekurangan Sistem Manajemen Keamanan Pangan perusahaan sehingga dapat diambil tindakan-tindakan perbaikan yang diperlukan.

Selain itu tujuan audit internal adalah untuk mengetahui seberapa efektif kesesuaian Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang diterapkan dibandingkan dengan prosedur yang berlaku dan persyaratan ISO 22000:2005.

Audit internal harus dilaksanakan secara independen. Maksudnya adalah Auditor tidak diperbolehkan melakukan audit pada area pekerjaannya dan harus memiliki kompetensi melakukan audit Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Hal ini sangat penting untuk memperoleh hasil audit yang maksimal Oleh sebab itu, Auditor yang ditunjuk harus mendapat pelatihan yang cukup. Materi yang harus dikuasainya antara lain persyaratan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dan teknik-teknik audit yang baik berdasarkan standar audit ISO 19011.

TUJUAN PELATIHAN :

1. Merubah mind-set dan paradigma : tentang internal audit yang dipersepsikan untuk mencari-cari kesalahan menjadi peluang untuk perbaikan
2. Internal audit tidak hanya sekedar mencari kesahalan dokumentasi tetapi lebih kepada nilai tambah bagi perusahaan


MATERI PELATIHAN :

1. Pemahaman Persyaratan ISO 22000
Hari pertama, para calon auditor diberi penjelasan tentang standar ISO 22000, termasuk contoh-contoh kasus dalam pelaksanaan audit. Dijelaskan pula dokumen-dokumen yang disyaratkan oleh standar ISO 22000:2005 untuk diperiksa kesesuaiannya pada saat audit.

2. Teknik Audit ISO 19011
Hari ke dua, para calon auditor dibekali pengetahuan teknik-teknik audit dan pelaksanaan audit yang meliputi kegiatan sebagai berikut: pertemuan pendahuluan auditor dan auditee (opening meeting), penyusunan dan pembuatan audit checklists, pelaksanaan audit, pengumpulan bukti-bukti audit dan analisa penyimpangan, rapat penutupan (closing meeting), penyusunan dan pembuatan laporan audit, dan tindak lanjut hasil audit (follow-up activities). Untuk mencapai sasaran pelatihan, para peserta diberi kesempatan melakukan praktek audit yang disiapkan dalam bentuk workshop.


METODE PELATIHAN :

1. Teori
2. Workshop